Rakernas FDTI 2024-Kolaborasi Dekan Teknik Indonesia di Universitas Brawijaya Malang

Dekan Fakultas Teknologi Mineral (FTM) IST AKPRIND Yogyakarta, Ibu Dr. Ir. Sri Mulyaningsih, S.T.,M.T., IPM bersama Dekan Dari Seluruh Indonesia dalam acara FDTI 2024.

Rapat Kerja Nasional Forum Dekan Teknik Indonesia (FDTI) dibuka pada hari Minggu tanggal 03 Maret 2024 oleh Wakil Rektor 3 bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kewirausahaan Universitas Brawijya Dr. Setiawan Noerdajasakti, S.H., M.H. di auditorium Prof Ir Suryono FT UB lantai 2. Rakernas Forum Dekan Teknik se Indonesia (FDTI) akan berlangsung selama lima hari, dari 2 Maret sampai 6 Maret 2024. Ketua pelaksana Rakernas sekaligus Dekan FT UB, Prof. Ir. Hadi Suyono, S.T., MT., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., menjelaskan bahwa acara ini dihadiri sebanyak 122 perguruan tinggi dari seluruh Indonesia dengan total peserta 160 orang.

“Dengan berkumpulnya kita di FDTI maka tampak equality atau kesetaraan. Kita semua punya tanggung jawab sama untuk saling membangun bangsa dan berkewajiban mencerdaskan anak bangsa,” ungkap Prof Hadi

Rangkaian acara dimulai dengan kedatangan pada 2 Maret 2024. Lalu dilanjutkan dengan acara formal berupa pemberian materi dari narasumber terkait akreditasi BAN-PT, Lamteknik, dan direktur sumber daya Kemendikbud Ristek untuk Program Studi dan Perguruan Tinggi selama dua hari yaitu Prof. Ari Purbayanto, Ph.D. serta Prof. Dr. Ing. Misri Gozan, M.Tech., IPM. Sebagai bentuk implementasi dari Permendikbud No. 53 Tahun 2023. Selain materi yang telah disampaikan oleh narasumber, terdapat juga kegiatan sebagai bentuk penguatan kolaborasi dalam bentuk Penandatangan Kerja Sama (PKS) yang memfasilitasi sebanyak 260 PKS.

Ketua FDTI, Prof. Selo, S.T., M.T., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., memandang bahwa forum ini sangat penting untuk membantu generasi muda agar dapat menyongsong generasi emas. Diperkirakan bonus demografi terjadi 2035 sampai 2040, pada masa tersebut jumlah usia produktif akan memasuki masa studi di perguruan tinggi.

“Kita perlu menyiapkan generasi muda. Kita di bidang Teknik harus ingat bahwa setiap perubahan alat aktivitas kerja manusia akan membawa perubahan luar biasa. Teknologi informasi misalnya, telah mengubah banyak hal, cara bekerja, cara komunikasi maupun, cara bisnis,” ungkap Prof Selo.

Ketua FDTI mengajak kepada seluruh dekan teknik yang hadir agar bisa menciptakan teknologi sumber daya manusia unggul. Jika belajar dari negara lain maka dapat terlihat negara yang berteknologi maju mempunyai penduduk dengan tingkat pendidikan tinggi.

“Di sisi lain jumlah insinyur profesional kita sedikit. Padahal insinyur inilah yang akan menbangun bangsa bidang infrastruktur, kita punya tanggung jawab besar membawa kemajuan bangsa. Kita punya kesempatan, berada di posisi dekan, untuk menggerakan sumber daya di fakultas agar bergerak ke sana,” katanya berharap.

Lebih lanjut, dijelaskan bahwa Rakernas ini untuk mewujudkan program FDTI dalam menjalin sinergi dan menyatukan visi. Dekan dari bidang teknik dan rekayasa perlu bersinergi bersama untuk menyusun program yang bisa menguatkan tata kelola fakultas, agar memberi jaminan kualitas lulusan.

“Kalau pengelolaan institusinya baik, lulusannya pun berkualitas. Kita juga ingin menyiapkan pendidik yang berpendidikan karena dosen kita yang bergelar Magister lebih banyak daripada yang doktor. Kita dorong juga dosen, untuk lakukan penelitian, tentang masalah di Indonesia dan bermanfaat masyarakat,” tuturnya.

Bentuk kolaborasi dekan teknik se Indonesia diwujudkan dengan PKS sebagai awal dari kolaborasi. Tujuannya untuk menyatukan visi dan menjalin sinergi sehingga nantinya dapat menjamin lulusan tangguh, handal, kreatif, dan siap menghadapi tantangan.

Sekjen FDTI, Dr. Ir. Muhammad Burhannudinnur, M.Sc., IPU., Asean Eng., menerangkan bahwa dengan adanya forum ini berusaha saling sharing untuk membantu yang kurang. FDTI sebagai wadah untuk saling mendukung fakultas teknik dari setiap perguruan tinggi di Indonesia.

“Fakultas Teknik di Indonesia harus mempunyai standar pendidikan yang sama dan merata. Di sini para Dekan saling komunikasi dengan enak sehingga nanti saat menjalin kerjasama bisa bergulir dengan lebih cair,” ujar Burhannudinnur.

Fakultas Teknik seluruh Indonesia saat ini berjumlah 240, tetapi yang hadir saat ini Rakernas sebanyak 122. FDTI hadir untuk memangkas rasa minder yang timbul antar perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

“Di sini ada Fakultas Teknik dari perguruan tinggi negeri maupun swasta, kecil maupun yang besar. Kita semua semeja untuk saling support, tujuan forum ini memang untuk mengikis rasa minder yang timbul antara fakultas teknik besar dan kecil, jadi menciptakan sebuah kesetaraan,” katanya menutup.(adm,04/02/2024)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *